servis enggak menjamin langsam lancar. Disetel ulang pun tetap kagak
ngaruh. Sebentar mati. Dinyalakan koit lagi. Jangan panik dulu. Hal
sepele bisa jadi penyebab. Tiga komponen paling sering diabaikan bikin
putaran mesin rendah ngadat. Busi, setelan celah klep dan nosel di
karbu.

Pastinya pemantik api di ruang bakar komponen sepele yang bisa
bikin langsam jadi enggak tokcer (gbr. 1). Api yang dikeluarkan enggak
besar. “Bisa juga karena kerak numpuk di busi. Yang paling parah busi
memang sudah waktunya ganti,” beber Hasan Basri, mekanik dan pemilik
bengkel Hasan Motor di Kelapa Dua Raya, Jakarta Barat.

Setelan valve clearence nggak sesuai aturan. Celak klep dibikin
rapat. Misal, standarnya celah klep 0,10 dibikin jadi 0,05 (gbr. 2).
Gap antara pelatuk dan katup yang sempit bikin pembakaran waktu putaran
mesin rendah enggak pas. Saat proses buang kemungkinan katup lebih
cepat terbuka. “Efek sampingnya kelamaan pelatuk bisa cepat aus,”
bilang Hasan lagi.
Bagian yang lain karena nosel di karburator banyak timbunan kerak
dari bahan bakar (gbr. 3). Terutama mesin yang sudah dipakai lebih dari
5.000 km. Kerak yang menumpuk menutupi lubang kecil di nosel. Akibatnya
langsam nggak lancar. Bensin yang sebenarnya keluar dari lubang di
nosel tersumbat. Rada batuk. Mirip aki-aki yang kena penyakit asma.
“Mesti dibersihkan supaya lancar kembali,” tandas Hasan.









No comments:
Post a Comment